INILAH.COM, Batu – Kerjasama antara tim Arema ISL dengan Pelita Jaya yang rencananya akan dilakukan hingga tiga bulan ke depan menuai kritikan.
Salah satunya dari mantan Ketua Badan Liga Indonesia (BLI), Andi Darussalam Tabussala. Menurutnya, jika memang Arema dan Pelita bersatu, harus melakukan merger dan tidak mengatasnamakan kerjasama.
"Merger dalam klub sepak bola bukan menjadi hal yang tabu. Itu sesuatu yang baik dilakukan jika memang dibutuhkan dalam rangka perbaikan kualitas sepakbola industri. Tetapi kalau hanya kerjsama seperti yang dilakukan Arema-Pelita seperti saat ini, itu namanya tidak punya etika dan melanggar aturan FIFA," ujar Andi Darussalam saat melakukan kunjungan di Kota Batu.
Andi mencontohkan, klub sepakbola di Inggris seperti Manchester United dan Mancheseter City tidak akan pernah mau jika harus latihan bersama meskipun berasal dari satu kota. "Yang biacara soal aturan ini bukan saya, tapi peraturan FIFA. Klub di luar negeri saja tidak ada yang melakukan kerjasama, tetapi yang ada itu merger," tukasnya.
Pria asal Makassar ini mengungkapkan, jika merger merupakan penyatuan dari dua klub agar membentuk suatu kekuatan baru. Sehingga jika Arema dan Pelita merger, maka manajemen Arema maupun Pelita tak perlu malu-malu untuk mengungkapkan jika ingin merger.
"Kalau ingin merger tidak perlu malu-malu," tuturnya. (beritajatim.com/ito)
Anda sedang membaca artikel tentang
Jika Pelita Jaya Mau Merger Tak Perlu Malu-malu
Dengan url
https://vikingdamaindah.blogspot.com/2012/10/jika-pelita-jaya-mau-merger-tak-perlu.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Jika Pelita Jaya Mau Merger Tak Perlu Malu-malu
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Jika Pelita Jaya Mau Merger Tak Perlu Malu-malu
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar